Makalah "Asbabun Nuzul - Ulumul Qur'an" - Akmal #MPI24
MAKALAH ULUMUL QUR’AN
TENTANG
ASBABUN NUZUL
Dosen Pengampu:
Dr. Johansyah, MA
Disusun Oleh:
Akmal
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL-WASHLIYAH
ACEH TENGAH
2024
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji Syukur kita ucapkan Kehadirat Allah S.W.T dengan ucapan Alhamdulillahi Rabbil Alamin. Yang mana Allah telah memberikan kesahatan, kelapangan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Riwayat Asbabaun Nuzul dan Pentingnya Faedah Asbabun Nuzul”.
Shalawat beserta salam juga tidak lupa kita kirimkan kepada Nabiyullah Muhammad S.A.W dengan Ucapan Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ala ali Muhammad. Yang mana beliau telah membawa kita dari alam jahiliyah ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Makalah ini memuat tentang Pendahuluan, Pembahasan, Penutup dan Daftar Pustaka. Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ulumul Qur’an.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan penuh dalam penyusunan makalah ini. Dengan menggunakan makalah ini semoga kegiatan belajar dalam memahami materi ini dapat menambah wawasan pengetahuan.
Kami sadar dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka kami sangat mengharapkan masukan dan kritikan yang membangun untuk kesempurnaan makalah dimasa akan dating. Mohon maaf jika ada kesalahan mulai dari penulisan, bahasa maupun kutipan-kutipan yang kurang berkenan. Semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi kita semua.
Takengon, 1 November 2024
Akmal
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Al-Qur’an merupakan Kalam Allah S.W.T yang di turunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W sebagai mukjizat dan di sampaikan dengan jalan Mutawatir dari Allah S.W.T melalui Malaikat Jibril. Di samping itu, kita juga mengenal turunnya Al-Qur’an setiap 17 Ramadhan dengan sebutan Nuzulul Qur’an atau hari turunnya Al-Qur’an.
Mengetahui latar belakang sebab turunnya Al-qur’an akan menambah pandangan, pengetahuan, serta menambah khazanah perbendaharaan pengetahuan baru. Dengan mengetahui hal tersebut kita akan lebih paham akan arti dan makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Al-Qura’an juga merupakan pedoman hidup bagi umat Manusia dan juga sebagai ladang pahala dalam membaca dan memperaktekkan isi dalam Al-Qur’an tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di rumuskan sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Asbabun Nuzul?
2. Apa Sebab Sebab Asbabun Nuzul?
3. Apa Riwayat Asbabun Nuzul?
4. Apa Faedah Asbabun Nuzul?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Asbabun Nuzul.
2. Untuk mengetahui Sebab-sebab Asbabun Nuzul.
3. Untuk mengetahui sebab-sebab turunnya Asbabun Nuzul.
4. Untuk mengetahui Faedah Asbabun Nuzul.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Asbabun Nuzul
Asbabun Nuzul merupakan dua kata yang berasal dari bentuk idhafat, yaitu Asbab dan Nuzul. Asbab bermakna “sebab” atau “karena”. Sementara Nuzul artinya ialah “turun”. Jadi secara bahasa Asbabun Nuzul adalah sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu[i].
Akan tetapi, tidak semua yang melatar belakangi sesuatu itu si sebut Asbabun Nuzul, karena Asbabun Nuzul hanya istilah yang di pakai untuk yang berkaitan dengan sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an.
Adapun menurut istilah syariat, Asbabun Nuzul adalah sebab-sebab yang mengiringi di turun kannya Ayat-ayat Al-Q ur’an kepada Rasullullah S.A.W di karenakan ada sesuatu peris-tiwa yang memerlukan Penjelasan atau pertanyaan dan itu membutuhkan jawaban[1].
Sebenarnya ada beberapa pengertian tentang Asbabun Nuzul ini sebagaimana yang telah di kemukakan oleh para ulama.meskipun penjabaranya berbeda-beda, maksud dan tujuanya tetaplah sama. Minsalnya Subhi Al-Shalih yang mengemukakan bahwa,Asbabun Nuzul adalah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat Al-Quran terkadang menyiratkan peristiwa itu, sebagai respons atasnya atau sebagai penjelas terhadap hukum-hukum disaat pristiwa itu terjadi[2].
2.2 Sebab-sebab Turunnya ayat (Asbabun Nuzul)
Mengutip dari pengertian Subhi Al-Shalih kita dapat mengetahui bahwa Asbabun Nuzul itu dapat berbentuk peristiwa atau berupa pertanyaan.
A. Asbabun Nuzul yang berupa peristiwa
Adapun Asbabun Nuzul yang berupa Peristiwa terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
1. Peristiwa berupa pertengkaran.
Seperti kisah turunnya surat Ali Imran : 100. Yang bermula dari adanya perselisihan oleh kaum Aus dan Khazraj hingga turun ayat 100. dari surat Ali Imran yang menyerukan untuk menjauhi perselisihan
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang- orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.”
2. Peristiwa berupa kesalahan yang serius.
Ada sebuah contoh Saat itu ada seorang Imam sholat dalam keadaam mabuk, sehingga salah mengucapkan surat Al-Kafirun, dan kemudian turunlah surat An-Nisa’ dengan Perintah untuk menjauhi sholat dalam keadaan mabuk.
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan....”
3. Peristiwa karena suatu hasrat atau cita-cita.
Ini dicontohkan dari sebagian sahabat Rasulullah yang mempunyai 3 cita-cita besar dan salah satunya adalah permintaan Umar kepada Rasulullah tentang maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, lalu turun ayat:
والتخذ وامن مقام ابراهيم مصلّى
B. Asbabun Nuzul yang berupa Pertanyaan
Adapun Asbabun Nuzul yang berupa pertanyaan terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pertanyaan tentang masa lalu
Contoh seperti pada ayat
وَيَسْأَلُونَكَ عَن ذِي الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُم مِّنْهُ ذِكْراً
“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya". (QS. Al-Kahfi: 83).
2. Pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu yang sedang berlangsung pada waktu itu seperti ayat:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّن الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al-Isra’ : 85).
3. Pertanyaan tentang masa yang akan datang
“(orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?”
2.3 Banyaknya Nuzul dengan Satu Sebab
Ada kalanya satu peristiwa menjadi sebab bagi turunnya dua ayat Al-Quran atau lebih, yang lazim dikenal dengan istilah ta’addud an Nazil wa al Sabab Wahid (beberapa ayat turun karena satu sebab).[3] Dalam hal ini tidak ada permasalahan yang penting, karena itu banyak ayat yang turun di dalam berbagai surat berkenaan dengan satu peristiwa. Sebagai contoh suatu kejadian yang menjadi sebab turunnya dua ayat adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Jarir atThabari, Thabrani dan IbnMardawih dari Ibn Abbas yang mengatakan : “Pada suatu hari Rasulullah Saw. duduk di bawah sebuah pokok yang rindang, tibatiba beliau berkata : “Akandatang kepada kalian seorangmanusia yang melihat kalian dengan pandangankeduamata setan. Bila iadatang, janganlahkalian ajakdia berbicara !”. Tak lama kemudian datang seorang yang bermata biru.
”Kenapa engkau dan teman-temanmu memaki diriku?”. Orang itu pergi kemudian kembali lagi membawa teman-temannya. Meraka bersumpah, demi Allah kami tidak memaki Rasulullah. Beliau kemudian pergi , lalu turunlah ayat: “Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (seuatu yang menusuk hatimu). Sesungguhnya mereka itu telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam, dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya), kecuali karena Allah dan RasulNya telah melimpahkan karuniaNya kepada mereka.Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai perlindungan dan tidak (pula) penolong di muk abumi”.(QS.At-Taubah:74).
2.4 Faedah Mengetahui Asbabun Nuzul
Seperti dimaklumi bahwa pengetahuan tentang latar belakang historis turunnya ayat (berisi pristiwa, kejadian dan pertanyaan yang memerlukan jawaban) sangat membantu untuk memahami ayat AlQuran secara utuh, terutama dalam memahami ayatayat yang menyangkut masalah hukum. Banyak orang yang tidak mengetahui Asbabun Nuzul terperosok kedalam kebingungan dan keraguraguan. Mereka mengartikan ayat-ayat Al Quran tidak sebagaimana yang dimaksud oleh ayat ayat itu sendiri. Mereka tidak dapat memahami dengan tepat hikmah Ilahi di dalam ayat yang diturunkanNya itu. Oleh karena itu,mengetahui sesuatu yang melatar belakangi suatu ayat atau mengenal sebab musabab turunnya ayat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Asbabun Nuzul adalah istilah dalam ilmu tafsir Al-Qur'an yang merujuk pada sebab-sebab atau latar belakang turunnya ayat Al-Qur'an. Dengan memahami asbabun nuzul, kita dapat lebih mendalam dalam memahami makna dan maksud dari ayat-ayat tersebut.
Mengapa Asbabun Nuzul Penting?
Menjelaskan Konteks: Asbabun nuzul membantu kita memahami konteks sosial, budaya, dan historis di mana ayat Al-Qur'an itu turun. Hal ini sangat penting untuk menghindari penafsiran yang keliru.
Memperjelas Makna: Dengan mengetahui sebab turunnya suatu ayat, kita dapat lebih jelas memahami makna yang ingin disampaikan oleh Allah SWT.
Menerapkan Hukum: Dalam konteks hukum Islam, memahami asbabun nuzul sangat penting untuk menerapkan hukum yang sesuai dengan kondisi saat ini.
Menarik Minat Belajar: Mengetahui kisah-kisah menarik di balik turunnya ayat Al-Qur'an dapat meningkatkan minat seseorang untuk mempelajari Al-Qur'an lebih dalam.
Contoh Sederhana:
Misalnya, ayat yang melarang meminum khamr (minuman keras). Dengan mengetahui asbabun nuzul ayat tersebut, yaitu adanya permasalahan sosial yang serius akibat penyalahgunaan khamr pada masa itu, kita dapat lebih memahami hikmah di balik larangan tersebut.
Kesimpulan:
Asbabun nuzul adalah salah satu alat bantu yang sangat berguna dalam memahami Al-Qur'an. Dengan mempelajarinya, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang kitab suci Al-Qur’an.
3.2 Saran
Adapun saran bagi penulis dan pembaca makalah ini yaitu:
· Membaca buku-buku tafsir yang membahas secara khusus tentang asbabun nuzul.
· Mengikuti kajian-kajian yang membahas topik ini.
· Mencari informasi dari Buku agar lebih valid.
· Mencari informasi di internet melalui situs-situs yang terpercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Ach. Fawaid,2020, Asbabun Nuzul, Yogyakarta; NOKTAH, hlm 9
Subhi Al-Shalih,1988, Mabahits Fi’Ulumul Al-Qur’an, Beirut; Dar al-Qalam Li al-Malayyin, hlm 132
Muhammad Yasir, S.Th.I,MA dan Ade Jamaruddin, MA, 2016, Studi Al-Qur’an, Pekan Baru, ASA RIAU, hlm. 137
[1] Ach. Fawaid, Asbabun Nuzul (Yogyakarta; NOKTAH, 2020), hlm 9
[2] Subhi Al-Shalih, Mabahits Fi’Ulumul Al-Qur’an (Beirut; Dar al-Qalam Li al-Malayyin, 1988), hlm 132
[3]Muhammad Yasir, S.Th.I,MA dan Ade Jamaruddin, MA, Studi Al-Qur’an (Pekan Baru, ASA RIAU,2016) hlm. 137

Post a Comment for "Makalah "Asbabun Nuzul - Ulumul Qur'an" - Akmal #MPI24"